Burung Cendrawasih Panji

Burung Cendrawasih Panji

Burung Cendrawasih Panji – King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti), selain memiliki keindahan pada warna bulunya burung cenderawasih panji juga bisa mengeluarkan suara kicau yang merdu, khususnya pada burung jantan. Sementara burung betina tidak memiliki warna yang mencolok seperti jantan, betina cenderawasih panji berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap.
Jenis burung Cenderawasih Panji adalah burung yang memiliki ukuran kecil, dengan ukuran panjang sekitar 22cm, dari genus tunggal Pteridophora.

Karakteristik Burung cendrawasih Panji
  • Burung cendrawasih panji jantan dewasa memiliki bulu berwarna hitam dan kuning tua,
  • Dikepala burung tersebut terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap, yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina.
  • Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam.
  • Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut.
  • Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap.
  • Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan.
Habitat dan Kebiasaan Burung cendrawasih Panji
  1. Jenis Burung ini Menghuni hutan berlumut dan tepi hutan pegunungan tinggi pada rentang ketinggian antara 1500 – 2850 m. Memakan buah dan serangga di kulit kayu, terkadang laba-laba. Burung betina sering terlihat di tepi hutan, berbeda dengan burung jantan dewasa yang hampir tidak pernah teramati di tepi hutan. Jantan berkicau dari dahan besar di kanopi hutan yang tinggi. Bulu kepala jantan dapat digerakkan tegak lurus dan ke segala arah.
  2. Cenderawasih Panji adalah poligami spesies. Dimana Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan bulu mantel dan ke dua kawat di kepalanya pada ritual tarian. Jenis burung ini Berbiak sepanjang musim, yang mana puncaknya dari bulan Juli sampai Februari. Burung jantan menarik pasangan dengan berkicau di dahan yang tinggi. Apabila ada betina yang mendekat, maka pejantan kemudian turun ke permukaan tanah dan mempertunjukkan gerakan yang rumit untuk mendapat pasangan.
  3. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri.
  4. Burung betina membangun dan merawat sarang tanpa dibantu burung jantan. Hanya satu sarang yang pernah dideskripsikan, berbentuk mangkuk dangkal dan rapi, tersusun dari jalinan batang anggrek dan paku-pakuan. Sarang dibangun di percabangan pohon, 11 m di atas permukaan tanah, dan hanya berisi satu butir telur

Baca juga : Burung Cendrawasih Parotia

jordan smith

jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.
Close
Menu