BURUNG TEKUKUR

BURUNG TEKUKUR

Burung Tekukur. Siapa yang tidak kenal burung Tekukur? Rasaya nyaris tidak ada ya?Karena bersama dengan burung Perkutut, burung Tekukur ini adalah salah satu jenis burung yang paling banyak dipelihara orang sejak jaman dulu kala. Ditangkap, dipelihara, diternakkan dan dikembang-biakan di rumah.

Saya paling sering melihatnya tergantung di sangkar-sangkar yang setiap pagi digantung di bawah atap rumah-rumah orang. Tak ada yang pernah memikirkan apalagi mempertanyakan kebebasannya.Seolah-olah tempatnya memang harus bergantung di situ. Ya di dalam sangkar itu. Nah bagaimana kalau kita sejenak menyaksikan burung ini beterbangan bebas di alam?

Burung Tekukur (Stretopelia chinensis / Spilopelia chinensis), sering juga disebut dengan nama Burung Balam atau Spotted Dove, adalah burung dari keluarga merpati yang masih cukup sering saya temukan berjalan di bantaran kali di belakang rumah. Terkadang suaranya yang merdu terbawa angin dari pucuk-pucuk pohon besar di pinggiran kali.

Tekuk kuuuuurrrr… tekuk…kuuuuurrrr…tekuk kuuuuurrrrr.. berulang-ulang dan nyaring. Mengingatkan akan suasana pedesaan yang damai dan tentram. Mengingatkan saya akan masa kanak kanak,kakek dan kampung saya nun jauh di sana. Suara seperti ini selalu saya dengarkan setiap pagi datang dari bukit-bukit hijau yang mengelilingi kaldera gunung dan danau Batur. Saya sangat menyukai suaranya itu.

Di Bali, burung ini disebut dengan Kedis Kukur. Hanya saja menurut saya warnanya sedikit berbeda. Burung tekukur di Bali walaupun warnanya juga abu-abu kemerahan,akan tetapi memiliki warna abu-abu dan hitam yang lebih banyak. Sedangkan yang sering saya temukan di bantaran sungai di Bintaro menurut saya warnanya sedikit lebih coklat kemerahan. Apakah variantnya memang berbeda? Atau memang karena masih muda? Entahlah saya juga tidak terlalu pasti.

Beberapa kali saya memergoki burung ini sedang berjingkat-jingkat mencari makan di tanah di pinggiran sungai, atau di lumpur yang sedikit mengering mungkin berharap menemukan biji-bijian yang terbawa hanyut oleh sungai dan nyangkut dilumpur. Atau kadang-kadang sedang berdiri di pagar sungai atau di pohon kayu yang kering.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.