BURUNG TENGKEK RAJA UDANG

BURUNG TENGKEK RAJA UDANG

Burung yang mempunyai warna biru kehijauan ini merupakan burung yang sangat mempesona dan enak untuk di lihat yaitu Tengkek Raja Udang. Jika iya sedang berburu dan menukik kedalam air akan sangat terlihat adanya warna biru kehijauan yang keluar dari bulu indah nya ini.

Tak hanya warnanya yang cantik, Tengkek Udang ini juga punya suara yang bagus untuk digpakai sebagai burung masteran. Sekilas suara Tengkek Raja Udang mirip dengan suara Jalak Suren yang selalu ngekek.

Para pecinta burung, jenis burung Tengkek Udang ini dipelihara tujuannya untuk memaster burung kicauan kesayangan mereka. Misalnya seperti burung Anis Merah, Love Bid, Murai Batu, Cucak Ijo dan lain sebagainya.

Burung Tengkek Udang ini termasuk burung pemburu yang cerdik. Hal ini disebabkan dari tempatnya bertengger, burung Tengkek Raja Udang bisa sabar dalam menunggu makanannya. Hal ini terbukti jika burung ini sangat lincah.

Selain itu, kelihaian Tengkek Udang ini juga dapat kita saksikan jika ada ikan yang muncul pada permukaan air. Maka dari itu, burung Tengkek Udang ini akan melesat menggunakan kecepatan yang tinggi. Kemudian menukik ke dalam air untuk menyambar ikan itu. Burung Tengkek Udang ini ibaratnya seperti anak panah. Sangat cermat dalam menangkap mangsa dengan begitu tepat.

Sesudah berhasil memperoleh mangsanya, misalnya seperti ikan, dia akan menggigit ekor ikan kemudian memukulkan badan dan kepala ikan pada batu atau dahan pohon supaya mati. Dengan begitu, raja udang dapat memperkecil risiko tersedak karena mengkonsumsi ikan yang keadaan hidup.

Setelah memakan mangsanya, beberapa menit selanjutnya, bagian yang tidak bisa dicerna oleh tubuhnya seperti halnya tulang dan duri akan dimuntahkan lagi. Kebiasaan dari burung ini yaitu berdandan setelah makan.

Bagian bulu-bulu dari Tengkek Raja Udang ini akan diolesi dengan menggunakan minyak yang keluar dari tubuhnya. Bagian bulu-bulu bersifat anti-air, dan dapat mengurangi risiko tenggelam pada waktu berburu ikan pada dalam air.

Raja udang juga termasuk burung penyendiri. Sifatnya begitu teritorial, sebab setiap hari harus mengkonsumsi makanan dengan porsi 60% dari berat badannya.

Apabila berat badannya 50 gram, maka tiap hari dia harus memperoleh makanan seberat 30 gram. Hal ini yang jadi penyebab burung ini tidak cocok dipelihara dalam sangkar dan gampang mati. Sifat teritorial juga menjadikan burung raja udang ini jadi lebih agresif pada saat menyaksikan burung lain, termasuk pasangan serta keturunannya.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.