MERAK HIJAU

MERAK HIJAU

 

Jenis burung yang satu ini adalah jenis burung yang memukau dan sangat mencolok akan keindahan nya, Akan tetapi burung indah nan mempesona ini sekarang telah terancam punah di Indonesia. Kelakuan yang kurang bertanggung jawab dan para pemburu liar yang hanya mementingkan materi menjadi penyebab terancam punah nya burung indah ini.

Burung merak sendiri terdiri dari tiga sub spesies dan populasi mencakup, Timur Laut India dan Bangladesh Tenggara. Jenis Spicife yang tersebar tidak merata di antaranya, Myanmar Selatan, Thailand, China selatan, Vietnam, dan Laos. Jenis Imperator dan Muticus yang tersebar di pulau jawa yang sekarang berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Merak memiliki ukuran sangat besar dan leher yang panjang, sekilas fauna ini berbentuk seperti ayam. Ciri lain yang mencolok adalah pipinya berwarna kuning, terdapat garis alis, dan penutup telinga sekitarnya berwarna putih kebiruan. Uniknya merak mempunyai mahkota berwarna hijau kebiruan dengan jambul.

Pada merak jantan terdapat mantel, leher, dada dan punggung berwarna hijau mengkilap bermotif sisik. Adapun ekornya sangat panjang, bulunya mengkilap dengan bintik berbentuk mata yang khas. Sedangkan pada merak betina ciri-cirinya kurang mencolok, seperti warnanya yang kurang mengilap dengan ekor yang tidak panjang. Segi ukuran, merak jantan memiliki ukuran 180-250 cm dan betina 100-110 cm.

Status burung merak hijau berdasarkan IUCN dikategorikan, dari status vulnerable (rentan atau rawan punah) pada 2007, menjadi endangered (terancam punah) sekarang ini. Sementara menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wildlife Fauna and Flora) burung merak hijau dikategorikan ke dalam Appendix II (Departemen Kehutanan, 2006), artinya perdagangan jenis burung ini harus dikendalikan, antara lain melalui sistem kuota dan pengawasan.

Keberadaan jenis burung ini sudah sangat jarang atau sudah hampir punah. Penyebab merosotnya populasi burung merak hijau terutama disebabkan penangkapan oleh masyarakat, selain penyusutan atau konversi lahan dan rusaknya habitat.

Penangkapan burung merak hijau yang tergolong langka dan bernilai ekonomi tinggi ini, dipacu oleh potensi dan kekhasan yang dimiliki satwa langka tersebut, seperti keindahan bulu, suara yang merdu, keunikan bentuk dan tingkah laku. Keindahan yang dimiliki jenis burung ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian jasa lingkungan suatu kawasan.

Populasi burung merak hijau di alam semakin menurun dengan semakin banyaknya kawasan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian, perladangan, dan pemukiman penduduk. Disamping itu, perburuan terhadap jenis burung ini semakin tinggi, sehingga akhirnya populasinya semakin menurun.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.