Tuntong

Tuntong

Tuntong atau biasa juga disebut Beluku merupakan salah satu jenis kura-kura laut yang langka dan terancam kepunahannya. Hewan ini memiliki nama latin Batagur borneoensis. Tuntong laut termasuk salah satu kura-kura yang paling berwarna (sering dijumpai pada tuntong laut jantan).

Kura-kura bertubuh sedang hingga besar, panjang karapas dapat mencapai 1.000 mm, meski kebanyakan hanya sekitar 500 mm. Rahang atas bergerigi. Kaki depan dengan lima cakar, sedangkan kaki belakang empat cakar.

Betina berukuran lebih besar dari jantan, dengan panjang tubuh mencapai 60 cm. Ukuran rata-rata hewan jantan berkisar antara 30 hingga 40 cm.

Hewan muda dengan tiga lunas pada perisai punggungnya, setelah dewasa yang tersisa tinggal lunas vertebralnya. Keping nuchal (tengkuk) sangat kecil atau sering tak ada. Keping vertebral bertepi rata, hampir sama panjang dan lebarnya, kecuali keping terakhir yang melebar di bagian belakang; urutan panjang keping vertebral: 2 > 3 > 4 > 1 > 5. Keping kostal kurang lebih sama lebar dengan keping vertebral di tengah perisai (pada anakan: kostal kurang lebar dibandingkan vertebral). Urutan panjang hubungan di antara keping perisai perut: abdominal > femoral > pektoral > anal > < humeral > gular.

Punggung berwarna gading atau cokelat muda kehijau-hijauan dengan bercak-bercak yang tersusun sebagai tiga garis hitam memanjang di tengah keping kostal dan vertebral. Kadang-kadang dijumpai individu yang hampir seluruh punggungnya berwarna kehitaman. Hewan jantan dengan garis lebar merah di atas kepala, dan pipi yang putih. Perisai perut biasanya krem, polos tidak bebercak atau bergaris.

Hewan ini menghasilkan antara 12-22 butir telur dalam satu sarang. Oleh Karena itu, sejak tahun 2008 melalui Permenhut Nomor 8 Tahun 2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018, satwa ini ditetapkan sebagai prioritas untuk dikonservasi dan diteliti lebih jauh (Laporan Yayasan Satucita Lestari Indonesia dan PT Pertamina, 2013).

B. borneoensis umumnya hidup sebagai herbivora. Makanan utama mereka terdiri dari buah pohon bakau, tumbuhan yang jatuh ke sungai, tunas, dan tumbuhan liar yang tumbuh di sisi sungai. Rumput sungai merupakan salah satu sumber makanan terpenting bagi B. borneoensis. Terkadang, mereka juga mau memakan sampah dapur yang dibuang oleh penduduk desa ke sungai.

Di dalam penangkaran, B. borneoensis dapat diberi makan dengan berbagai jenis sayuran seperti bayam, kale, bok choy, sawi, selada, dan enceng gondok. Terlebih lagi, mereka juga dapat memakan pisang, mangga, belewar, cacing tanah, dan makanan kura-kura olahan. Namun, tidak seperti spesies kura-kura lainnya, beluku tidak menunjukkan minat untuk memakan stroberi dan apel.

Baca Juga:

About The Author