WALABI PAPUA

WALABI PAPUA

Walabi Papua merupakan salah satu hewan yang mirip dengan kangguru yang hidup di Australia, hewan berkantung bukan hanya di Australia, di Indonesia juga kita memiliki hewan berkantung yang mirip dengan kangguru di Autralia.

Nama binatang ini adalah Walabi, mereka masuk dalam spesies Marcopoda, dengan nama latin Macropus agilis, dan mereka hidup di hutan dan semak-semak, mereka berasal dari Papua. Bagi yang belum mengetahui tentang hewan yang mirip dengan kangguru ini yok simak ulasan berikut ini. Walabi banyak yang mengira bahwa mereka sama, mereka dalam marga yang sama, akan tetapi walabi dan kangguru badannya berbeda.

Walabi Papua memiliki ukuran tubuh yang tidak sama dengan kangguru, walbi lebih kecil dari kangguru, hewan ini banyak ditemukan di Papua Indonesia, mereka banyak hidup berkelompok biasanya dengan jumlah sepuluh ekor dalam satu kelompok. dan kadang juga mereka bergabung dengan kelompok yang lain yang lebih besar atau kelompok kecil.

Ukuran tubuh jantan lebih besar dari pada betina, dengan panjang tubuhnya sekitar 60-70 cm dan berat sekitar 6 kg. Mereka memakan rumput, tunas, daun dan umbi, mereka mencari makan pada siang hari. Dan mereka merupkan hewan yang masuk dalam herbivora.

WALABI PAPUA

Walabi papua memiliki ekor yang kuat dan besar ini berfungsi untuk keseimbangan dalam mereka bergerak, dan hidup mereka rata-rata 10 tahun. Hewan Walabi memiliki keunikan di saat kehamilan, mereka biasanya hamil dengan singkat sekitar 28 sampai 29 hari, walabi melahirkan seekor anak dan akan bergerak menuju kantung induknya bila menyusui.

Sekarang Walabi Papua sudah mulai langka dan jarang ditemukan. Karena mereka banyak di buru untuk kepentingan orang-orang. Kadang mereka diburu untuk di jual atau mereka dimakan untuk mecukupi kebutuhan sehari-hari.

Walabi mempunya kebiasaan untuk hidup berkelompok, mereka biasa hidup di semak belukar, hutan, dan padang rumput. Siang hari untuk mencari makanan, seperti rerumputan, ubi, tunas, dan daun. Sangat disayangkan kini keberadaan binatang ini sudah terancam punah. Karena banyak di buru untuk di jual hidup-hidup atau di ambil danging nya untuk di konsumsi. Sedangkan kulit dan tulangnya akan di buat berbagai macam kerajinan.

Baca Juga : KADAL COKLAT KALIMANTAN

KADAL COKLAT KALIMANTAN

KADAL COKLAT KALIMANTAN

Kadal Coklat Kalimantan atau dikenal dengan Biawak Borneo dan juga Kadal Tak Betelinga (Earless monitor), ini merupakan salah satu hewan endemik Kalimantan. Indonesia, dalam bahasa latin kadal ini dinamakan dengan Lanthanotus borneensis salah satu yang termasuk dalam Famili Scincidae.

Kadal Coklat Kalimantan merupakan salah satu hewan endemik kalimantan yang masuk dalam ordo “Squamata” dan masuk dalam suku Varanoidea. Di bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama Lanthanotus borneensis. Hewan ini terbilang penemuan baru, karena hewan ini ditemukan pada 30 mei 2008

Kadal Coklat Kalimantan di dalam sampah berdaun dan dekat dengan sungai berbatu di daerah landak, Kalimantan, Kadal Coklat Kalimantan di kenal juga dengan biawak Borneo, karena kadal ini ditemukan di Borneo yang merupakan sebutan lain dari pulau Kalimantan.

Hewan ini merupakan salah satu hewan nokturnal. Karena kadal ini beraktifitas pada malam hari, binatang ini dapat ditemukan di daerah sungai. Dan hewan ini juga tergolong dalam hewan semiaquatik, karena mereka kadang main di air dan kadang juga main di darat.

KADAL COKLAT KALIMANTAN

Hewan yang aktif pada malam hari ini jarang untuk di jumpai dan kurang bisa diamati. Dan hewan ini merupakan salah satu hewan reptil dan mereka berkembangbiak dengan cara bertelur. Hewan ini bukanlah golongan atau keluarga biawak. Akan tetapi hewan ini mirip dengan biawak. Sehingga hewan ini kadang dinamakan dengan biawak tak bertelinga.

Ciri-ciri hewan ini adalah tidak memiliki lipatan gular dan dengan hidung yang tumpul dan telinga eksternal. Hewan ini juga memiliki kelopak mata yang transparan dan lebih rendah dari pada hewan yang lain yang sebangsa dengan hewan ini.

Hewan ini memiliki tubuh dengan bergerigi-bergerigi seperti tubuh buaya, girigi-gerigi tersebut pada tubuhnya tersusun dari mulai ekornya sampai dengan kepalanya. Hewan ini memiliki warna kulit yang coklat tua pada bagian tubuh yang atas, dan warna coklat muda pada bagian tubuh bawah.

Hewan ini memiliki ekor yang cukup panjang, dan memiliki gerigi-gerigi yang seperti buaya. Hewan ini memiliki empat kaki dan pada masing-masing kakinya terdapat 5 jari-jari kaki. Kadal Coklat Kalimantann memiliki ukuran panjang sampain 42 sampai 55 cm, badan dan ekornya berbentuk selinder, kaki-kakinya ukuran pendek dan dilengkapi dengan kuku-kuku tajam pada jari-jarinya. dan mereka adalah hewan yang berukuran sedang di kelasnya.

Baca Juga : Burung Elang Bondol

ELANG BONDOL

Burung Elang Bondol

Burung Elang Bondol – Dalam bahasa ilmiah ini dikenal dengan Haliastur Indus, yang merupakan spesies dari Haliastur. Burung elang ini merupakan salah satu maskot kota jakarta. Burung Elang bondol tersebar hampir seluruh wilayah Indonesia.

Burung Elang bondol berukuran sedang di antara burung elang lainnya. dia berukuran sekitar 45 cm, dengan bulunya yang berwarna putih dan coklat pirang. Kalau masih remaja seluruhnya bewarna coklat dengan terdapat coretan di dada. Pada saat Elang Bondol sudah menjadi dewasa maka bulu-bulunya akan berubah seiring kedewasaannya.

Burung Elang Bondol biasanya memangsa anak ayam, burung kecil dan mamalia kecil lainnya. ternyata burung ini memangsa kepiting juga. Karena burung ini terdapat juga di rawa-rawa untuk mencari makan. Jika burung ini memangsa kepiting bayangkan betapa kuat cengkraman burung ini.

ELANG BONDOL

Ini seperti burung elang lainnya yang merupakan predator yang sangat berbahaya bagi hewan lainnya yang dimangsanya. Sorotan mata yang tajam dari atas dan kadang merebut makanan dari hewan lain yang lebih lemah menjadi ciri khas burung elang.

Burung Elang Bondol berkembang biak pada bulan Januari – Agustus dan Mei – Juli. Mereka membuat sarang pada puncak pohon-pohon yang tinggi dengan ranting dengan ukuran besar. Telur nya berwarna putih dengan terdapat sedikit bintik-bintik merah pada telur nya, Telurnya burung Elang bondoll Biasanya terdapat 2 – 3 telur pada sarangnya.

-Ciri-ciri fisik elang bondol : bulu berwarna putih di bagian kepala, dada, hingga perut, sehingga sisanya berwarna coklat tua. Warna mata elang bondol lebih cenderung berwarna hitam pada bagian pupil dan berwarna kuning pada bagian lainnya. Kaki elang bondol sangat pendek yang menandakan kaki elang ini dapat mencengkram mangsanya dengan kuat, Elang bondol dapat mencapai ukuran 45-60cm terkadang lebih tergantung usia.

-Habitat Elang bondol : Elang bondol banyak di temukan di bagian pesisir pantai, hutan mangrove, rawa hingga muara yang berada di dekat pantai. Dan bahkan dapat di temukan disepanjang aliran sungai yang mengalir kedalam hutan belantara

-Kebiasaan berpindah elang bondol : Elang bondol hampir sepunuh nya menetap pada habitat aslinya, kalau harus berpindah itu di karenakan jumlah mangsa yang berada di dekat habitatnya telah berkurang atau habis.

Baca Juga : BURUNG BIDADARI HALMAHERA