Penyu Hijau

Penyu Hijau salah satu hewan yang terancam kepunahannya karena faktor perburuan dan habitatnya yang semakin sedikit. Hewan ini memiliki nama latin Chelonia mydas dan hidup di sekitar Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik.

Badan Penyu Hijau ditutupi oleh rangka dari tulang yang tebal di bagian punggung. Ketebalannya tergantung dari umurnya. Kepala seperti kepala burung kakatua dengan mata menonjol di bagian kiri dan kanan. Mulut seperti paruh kakatua dan terbuat dari tulang. Kaki depan melengkung, lebar dan pipih. Kaki belakang pendek dan melebar serta ujungnya beralur. Kepala dan kaki ditutupi oleh selapis tulang yang tipis dan tulang tersebut merupakan kotak-kotak yang disatukan. Ekornya kecil. Perbedaan khas dengan kura-kura ialah kepalanya tidak dapat ditarik masuk ke dalam cangkang.

Perisai punggung, terdiri dari kotak-kotak yang bagus bentuknya dan saling merekat dengan kuat. Pada bagian tengah agak kecil, ke samping besar dan yang tepi kecil sekali. Warna perisai coklat kekuning-kuningan sedang kepala, kaki dan badan hijau kecoklatan. Bagian bawah (perut dan dada) berwarna putih dan agak keras. Ukuran : Panjang dari kepala sampai ekor dapat mencapai 2 m, tetapi biasanya yang telah bertelur panjangnya 75-100 cm. Lebar antara 50-60 cm.

Perkembangbiakan

Usia untuk kematangan seksualnya tidak pasti; Sampai saat ini diperkirakan 45-50 tahun. Penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas, antara kawasan mencari makan dan bertelur, tetapi cenderung untuk mengikuti garis pantai dibandingkan menyeberangi lautan terbuka.

Makanan

Penyu hijau dewasa serupakan penyu laut herbivora. Makanan utama mereka dalah lamun laut atau alga, yang hidup di perairan tropis da subtropik. Tetapi anak-anaknya diasumsikan omnivore untuk mempercepat pertumbuhan tubuh mereka. Kemungkinan besar terjadi transisi bertahap saat penyu mencapai besar yang cukup untuk dapat menghindari predatornya.

Populasi dan Distribusi

Di kawasan pesisir Afrika, India, dan Asia Tenggara, serta sepanjang garis pantai pesisir Australia dan Kepulauan Pasifik Selatan terdapat sejumlah kawasan peneluran dan kawasan pencarian makan penting bagi penyu hijau. Mereka juga dapat ditemukan di Mediterania dan terkadang di kawasan utara hingga perairan pesisir Inggris.

Ancaman
  • Hilang dan rusaknya habitat
    Pembangunan yang tidak terkendali menyebabkan rusaknya pantai-pantai yang penting bagi penyu hijau untuk bertelur. Demikian juga habitat tempat penyu hijauu mencari makan seperti terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi atau pun pengrusakan oleh manusia.
  • Pengambilan secara langsung
    Para peneliti memperkirakan setiap tahun sekitar 30.000 penyu hijau ditangkap di Baja, California dan lebih dari 50.000 penyu laut dibunuh di kawasan Asia Tenggara (khususnya di Bali, Indonesia) dan di Pasifik Selatan. Di banyak negara, anak-anak penyu laut ditangkap, diawetkan dan dijual sebagai cendera mata kepada wisatawan. .
  • Pengambilan secara tidak langsung
    Setiap tahun, ribuan penyu hijau terperangkap dalam jaring penangkap. Penyu laut merupakan reptile dan mereka bernafas dengan paru-paru, sehingga saat mereka gagal untuk mencapai permukaan laut mereka mati karena tenggelam.

Baca Juga :

Burung Cendrawasih Goldi

Burung Cendrawasih Goldi (Paradisaea decora) adalah burung Cenderawasih beukuran besar dengan panjang 33 cm dan berwarna cokelat zaitun. Burung jantan punya dada berbulu warna kuning dan hijau tua dengan dada abu-abu keunguan, iris berwarna kuning dan paruh, mulut serta kakinya berwarna abu-abu.

Badannya dihiasi bulu hias pinggang berwarna merah tua dan dua bulu panjang mirip kawat. Burung jantannya berbeda dari jenis Paradisaea yang lain karena bulu dadanya yang berwarna abu-abu keunguan. Burung betina tidak berbulu hias dan berbulu warna cokelat zaitun dan bawahnya cokelat jingga.

Burung Cendrawasih Goldi (Paradisaea decora) Burung ini diberi nama oleh seorang kolektor dari Skotlandia, Andrew Goldie, yang merupakan orang Eropa pertama menemukan jenis burung ini pada tahun 1882 sehingga menjadi Cenderawasih goldi.

Karakteristik Burung Cenderawasih Goldi

Burung cendrawasi jenis ini memiliki ukuran besar dengan panjang 33 cm dan berwarna cokelat zaitun. Pada Burung jantan memiliki dada dengan bulu berwarna kuning dan hijau tua serta berwarna abu – abu keunguan, iris berwarna kuning sedangkan paruh, mulut serta kakinya berwarna abu-abu. Badannya dihiasi bulu hias pinggang berwarna merah tua dan dua bulu panjang mirip kawat. Burung jantannya berbeda dari jenis Paradisaea yang lain karena bulu dadanya yang berwarna abu-abu keunguan. Sedangkan pada Burung betina tidak berbulu hias dan berbulu warna cokelat zaitun dan bawahnya cokelat jingga.

Cenderawasih goldi yang endemik di papua ini, tersebar di pulau biak dan kepulauan biak numfor, kepulauan Papua sebelah timur. Sedangkan Makanan utama burung ini adalah buah-buahan dan biji- bijian hutan. Karena hilangnya habitat, penyebaran yang terbatas dan diburu berlebihan di beberapa daerah, Cenderawasih goldi dievaluasi Hampir Terancam pada IUCN Red List tentang jenis terancam. Ia juga terdaftar dalam CITES appendix II.

Perilaku Burung Cenderawasih Goldi

Perilaku dari cendarwasih goldi ini yaitu pejantan cendrawasih goldi secara teratur makan di bagian bawah hutan, bahkan di permukaan tanah. Hutan perbukitan, tepi hutan dan hutan. Persebaran dari cendrawasih goldie sendiri terbatas di dua pulau di kelompok pulau papua timur, Biak dan kepulauan Biak numfor, di perbukitan pada ketinggian dari 300 m sampai paling rendah 600 m.

Baca Juga : Burung Cendrawasih Kerah

Burung Cendrawasih Kerah

Burung Cendrawasih Kerah Lophorina superba, dinamakan cenderawasih kerah karena burung ini mempunyai bulu yang menyerupai kerah pada bagian dadanya. Bulu ini digunakan untuk menarik perhatian dalam ritual mencari pasangan. Burung ini berwarna hitam dengan kerah biru yang mengkilap.

Jenis burung Cenderawasih ini adalah dari genus Lophorina. Burung jantan berwarna hitam dengan mahkota berwana hijau pelangi mempunyai bulu penutup dadanya biru-hijau dan berbulu pundak yang bisa menegak berwarna hitam beludru. Burung betinanya berwarna cokelat-kemerahan dan bawahnya bulu bergaris-garis warna cokelat. Burung muda berwarna mirip burung betina.

Habitat Burung Cenderawasih Kerah

Burung Cenderawasih kerah tersebar di seluruh hutan di pulau Papua Jenis dari suku Paradisaeidae yang paling toleran. Hewan ini Hidup di tepi hutan pegunungan, kebun-kebun tua, dan semak hutan sekunder pada rentang ketinggian antara 1150 – 2300 m, meskipun lebih mudah dijumpai pada rentang ketinggian antara 1500 – 1800 m. Menghuni kanopi atas dan lapisan tengah kanopi. Mencari artropoda dan buah dari permukaan tanah sampai puncak kanopi hutan, biasanya sendirian mencari makan.

Karakteristik Cenderawasih kerah

Burung jantan berwarna hitam dengan mahkota berwana hijau pelangi mempunyai bulu penutup dadanya biru hijau dan berbulu pundak yang dapat menegak berwarna hitam beludru.

Sedangkan Warna pada bulu burung betina bervariasi secara geografis seperti pada jenis-jenis burung Parotia betina; tudung kehitaman; alis dan garis malar pucat dan terdapat warna coklat-merah metalik di tepi bulu-bulu primer. Beberapa ras memiliki warna kepala hitam. ada Juga yang Burung betinanya berwarna cokelat-kemerahan dan bawahnya bulu bergaris-garis warna cokelat.

Perkembangbiakan Cendrawasih Kerah

Perkembangbiakan hewan ini dimulai dari jantan yang melakukan display untuk menarik pasangan antara bulan Agustus sampai Januari. Dimana burung Jantan bertengger di dahan yang tinggi ketika akan melakukan gerakan menarik pasangan. Persenggamaan melibatkan gerakan menari dan pose diam, dimana tutup dahi menegak dan tameng dada mengembang. Burung Cendrawasih Kerah jantan bersifat poligami dan menampilkan salah satu tarian kawin Pada awal penampilannya dia akan menyanyikan nada keras dan cepat, lalu dia mulai melompat-lompat di depan betinanya. Tiba-tiba bulu pundaknya dan bulu penutup dada yang tadinya terlipat, menegak keluar dan mengembang di kepalanya dan membuatnya menjadi penari berbentuk elips.

Untuk cendrawasih Betina mereka membangun dan menjaga sarang sendirian. Dimana Sarang berbentuk mangkuk, pada ketinggian 1,5 m atau lebih, biasanya pada pohon palem. Jumlah telur 1-2 butir. Burung jantan berwarna hitam metalik kebiruan; dengan penutup dada berbentuk baji dan tudung hitam beledu, tegak (panjang 6 cm.).

Walaupun banyak diburu untuk diambil bulunya, burung Cenderawasih Kerah merupakan salah satu jenis burung yang umum dan tersebar luas di hutan-hutan Papua. Burung Cenderawasih Kerah dievaluasi berisiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Baca Juga : Burung Cendrawasih Kuning Besar

Burung Cendrawasih Kuning Besar

Burung Cendrawasih Kuning Besar Jika dalam artikel sebelumnya membahas Burung Cendrawasih Kuning Kecil atau yang biasa dikenal dengan Lesser bird of paradise. Karena cukup familiar dengan nama dan bentuknya. saking indahnya burung ini dijuluki burung dari surga “bird of paradise“.

Mari kita mengenal Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisaea apoda). burung Cenderawasih berukuran besar, sepanjang sekitar 43 cm, berwarna coklat marun dan bermahkota kuning. Tenggorokannya berwarna hijau zamrud dan bantalan dadanya cokelat kehitaman. Burung jantan dihiasi bulu-bulu panggul yang besar warna kuning dan punya sepasang ekor kawat yang panjang. Burung betina berbulu cokelat marun tak bergaris.

Keindahan Bulu burung cendrawasih yang tidak dimiliki oleh burung lain memberikan nilai komersil yang sangat tinggi dan banyak diminati manusia, baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Tingginya minat manusia untuk memiliki burung tersebut menyebabkan tingkat perburuan liar yang semakin tinggi, sehingga merupakan ancaman terhadap burung tersebut. Selain itu terjadi pula penyempitan habitat akibat perkebunan dan pemukiman, mengingat semua kebutuhan hidupnya diperoleh langsung dari habitatnya maka akan mempengaruhi perkembangan burung cendrawasih dialam. Berikut adalah penjelasan tentang mengenal Burung Cendrawasih Kuning Besar.

Karakteristik Burung Cendrawasih Kuning Besar

Cenderawasih kuning-besar (Paradisaea apoda) adalah burung Cenderawasih berukuran besar, yang memiliki panjang sekitar 43 cm, Carolus Linnaeus memberinya nama jenis Paradisaea apoda, yang berarti “Cenderawasih tak berkaki”, karena pada awal perdagangannya ke Eropa, burung ini disiapkan tanpa kaki oleh orang pribumi; hal ini menyebabkan salah paham bahwa burung ini adalah pengunjung dari surga yang melayang layang di udara dan tak pernah menyentuh tanah sampai mati.

Burung tersebut berwarna coklat marun dan bermahkota kuning. Tenggorokannya berwarna hijau zamrud dan bantalan dadanya cokelat kehitaman. Burung jantan dihiasi bulu-bulu panggul yang besar warna kuning dan punya sepasang ekor kawat yang panjang. Burung betina berbulu cokelat marun tak bergaris.

Penyebaran Burung Cendarwasih Kuning Besar

Burung Cenderawasih kuning-besar tersebar di hutan dataran rendah dan bukit di barat daya pulau Papua dan pulau Aru, Indonesia. Sedangkan makanan dari burung cendrawasih ini terdiri dari buah-buahan, biji serta serangga kecil. Sejumlah kecil burung ini diintroduksi oleh William Ingram tahun 1909-1912 di pulau Tobago Kecil di Karibia. Untuk menyelamatkan burung ini dari kepunahan akibat perburuan untuk perdagangan bulu. Populasi introduksi itu bertahan sampai sekitar tahun 1958 dan mungkin sekarang telah punah.

Burung Cendrawasih Kuning Kecil

Burung Cendrawasih Kuning Kecil adalah salah satu burung yang sangat indah, saking indahnya burung ini dijuluki burung dari surga “bird of paradise“. Dibalik keindahan burung cenderawasih ternyata burung ini termasuk kedalam burung yang langka dan dilindungi.

Lesser bird of paradise (Paradisaea minor), burung cenderawasih ini banyak dikenal kebanyakan orang. Karena memang banyak gambar burung cenderawasih ini yang beredar.

Burung cendrawasih kuning-kecil (Paradisaea minor) merupakan burung yang berasal dari genus Paradisaea yang mempunyai bentuk dan warna bulu yang sangat indah. Jenis ini merupakan salah satu burung yang termasuk kedalam kategori super cantik sehingga disebut sebagai burung surga dan bisa kita temukan di provinsi Papua & Papua Barat, Indonesia serta di Papua Nugini.

Burung cendrawasih kuning kecil hidup berpoligami. Ketika musim berbiak, setiap pagi hari individu jantan akan memamerkan bulu melalui tarian yang unik dan di pamerkan kepada beberapa individu betina. Salah satu individu betina yang tertarik akan dikawini oleh sang jantan. Dan dalam beberapa minggu betina akan bertelur dan mengerami telur hingga menetas. Serangga dan buah-buahan adalah pakan dari jenis burung ini.

Burung ini merupakan salah satu jenis perburuan favorit oleh manusia. Karena burung cendrawasih ini dikenal memiliki bulu yang indah yaitu perpaduan warna coklat tua, kuning dan putih pada individu jantan. Dan pada individu betina, punggung berwarna coklat dan berdada putih dengan ukuran tubuh yang besar hingga 30 cm. Paruh berwarna abu-abu kebiruan, panjang dan tipis.

Burung Cendrawasih Kuning Kecil

Burung ini diburu untuk di pelihara atau dijadikan hewan pajangan (opsetan) secara diam-diam dan diperjual belikan secara ilegal. Burung ini berstatus Least Concern/LC (Beresiko Rendah) dalam daftar IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) dan masuk dalam katerogi CITIES Appendix II.

Saat ini burung cendrawasih kuning jarang ditemukan karena populasinya yang semakin menurun. Namun yang menarik, burung yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat ini sempat ditemukan di Hutan Kridaloka Senayan, Jakarta. Kemungkinan burung ini berpindah akibat perburuan atau burung ini dahulu merupakan burung yang di pelihara kemudian terlepas atau dilepas oleh pemiliknya. Di satu sisi, kondisi ini mengganggu keseimbangan ekosistem. Karena jika burung ini dapat hidup kemungkinan ada jenis burung asli Jakarta yang akan tersingkir akibat persaingan jenis makanan.

Melihat status burung cendrawasih, maka harus ada upaya pelestarian. Diharapkan semua lembaga pemerintah dan non pemerintah serta masyarakat turut melestarikan dan membuat upaya perlindungan satwa ini. Dan meningkatkan pengawasan populasi burung cendrawasih di habitat aslinya.

Baca Juga : Burung Anis Merah